Oknum TNI yang Jual Amunisi Terancam Pecat - KODAM XVI PATTIMURA
 
 
|

Oknum TNI yang Jual Amunisi Terancam Pecat


Rabu , 24 Februari 2021

Oknum anggota TNI dari Yonif 733/Masariku, berinisial MS berpangkat Praka diamankan oleh Satuan Intel Kodam XVI/Pattimura, karena ketahuan menjual amunisi.

Penangkapan oknum anggota TNI tersebut berawal dari penangkapan seorang warga berinisial AT (50 Tahun, yang merupakan warga Kel. Hative Kecil Kec. Baguala Kota Ambon) oleh Tim Ditreskrimum Polda Maluku, Minggu (21/2/2021).

Dari hasil pemeriksaan, warga yang ditangkap itu mengaku membeli amunisi dari oknum TNI yang berdinas di Yonif 733/Masariku.

Sesuai informasi diatas, Satuan Intel Kodam XVI/Pattimura melakukan penahanan sekaligus pemeriksaan terhadap Prajurit Kepala (Praka) MS , Minggu(21/02).

Berdasarkan data yang diperoleh Praka MS bertransaksi menjual 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm kepada Sdr. AT dan selanjutnya diserahkan kepada Sdr. J (salah satu Tersangka yang di amankan oleh personil Polres Bintuni).

Danpomdam XVI/Pattimura Kolonel Cpm Johny Paul Johannes Pelupessy saat menghadiri kegiatan jumpa pers yang digelar Polresta Ambon dan P.P Lease, Selasa (23/02/2021) menegaskan, Prajurit yang terlibat jual beli Senpimu dengan alasan apapun diancam pecat.

Danpomdam juga menyampaikan, berdasarkan atensi Kasad dan juga Pangdam XVI/Pattimura secara tegas memerintahkan, agar oknum TNI yang terbukti menjual amunisi tersebut dijatuhi hukuman berupa pemecatan selain  diluar sanksi pidana.

"TNI dalam hal ini Angkatan Darat sangat tidak mentolerir pelanggaran sekecil apapun, jika kedapatan akan diberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku, untuk kasus ini Kasad perintahkan hukuman tambahan berupa pemecatan" ujar Danpomdam.

"Saat ini Praka MS masih dalam Pemeriksaan lebih lanjut di Mapomdam XVI/ Pattimura" pungkas Danpomdam.