|

Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Implementasikan Ahlak Mulia


Selasa , 12 November 2019

Ambon  - Kodam XVI/Pattimura Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M, dengan tema "Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M Kita Implementasikan Ahlak Mulia dan Kehidupan sehari-hari Guna Mewujudkan Prajurit dan PNS TNI AD Profesional Kebanggaan Rakyat”, bertempat di Masjid Ittihad Kodam  belakang kota, Kec Sirimau, Kota Ambon, pada Selasa (12/11/2019).

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kapok Sahli Pangdam, Kolonel Arh Djoko Sulistyono mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  yang diselenggarakan pada hari ini, pada prinsipnya bertujuan untuk lebih memahami dan menggali mutiara hikmah pada peristiwa Maulid Nabi Muhammad sehingga dapat memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW menjadi wahana untuk mengukur sejauh mana kita meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga dapat meningkatkan amal ibadah dan ketaqwaan kita kepada Allah melalui pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini.

Lebih lanjut dikatakan kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini selain untuk menyemarakkan syiar agama, sekaligus sebagai upaya pembinaan kepada prajurit dan PNS Kodam XVI/Pattimura dalam rangka memupuk jiwa kesatria, militan dan loyalitas serta meningkatkan kualitas kinerja dan kemanunggalan dengan rakyat.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan timbul rasa syukur kepada Allah karena atas berkat dan rahmat-Nya, kita masih diberikan kesempatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 Hijriah, dan rasa syukur tersebut hendaknya kita wujudkan dengan cara meningkatkan ibadah dan amal kebaikan untuk bekal di akhirat kelak”, kata Pangdam.

Dalam kesempatan itu Hikmah Maulid  disampaikan oleh Ustadz Arsal Tuasikal, SH, MH. Ustad mengatakan bahwa tradisi menjadi tentara itu sudah mendarah daging pada kaum muslimin, karena Nabi Muhammad SAW pada waktu itu adalah tentara/Jenderal Panglima perang yang memimpin dari 13 perang divensif secara konfensional yang pada saat itu tugasnya untuk menyatukan kaum muhajirin dan ansor agar tidak terpecah belah.

Nabi Muhammad SAW paham betul psikologi keumatan. Jika kaum muhajirin dan ansor terpecah belah, maka potensi konflik akan menjadi luar biasa. Begitu pula dengan bangsa kita, jika kita tidak saling menghargai satu dengan yang lainnya, maka potensi kekacauan yang akan terjadi di bangsa kita akan sangat luar biasa.

Untuk itu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita semua umat Islam agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam beragama, berbangsa dan bernegara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Asisten Kasdam XVI/Ptm beserta istri, para Dansat /Kabalakdam XVI/Ptm beserta istri, perwakilan personel militer dan PNS dari setiap satuan jajaran Kodam XVI/Ptm. (Pendam16)