|

Satgas 734/SNS, Ikuti Sosialisasi Tata Laksana Kasus Malaria di Lingkungan TNI Polri di Maluku Utara


Selasa , 22 Oktober 2019

Ternate - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dr. Idhar Sidi Umar M.Kes membuka Kegiatan Sosialisasi Manajemen Tata Laksana Kasus Malaria Di Lingkungan TNI dan Polri Serta Dokter di Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah Se-Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dimulai hari senin dan berakhir pada Selasa (22/10/2019) oleh kabid P2 Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabidyankesin Puskes TNI Mabes TNI Kol. Laut (K) dr. Suswardana M.Kes Sp.KK, Kabidokkes Polda Malut AKBP drg. Subur MM, perwakilan Kemenkes RI dr. Erni Sp.PD, perwakilan Dinkes Kesehatan Prov Maluku Utara, Dokter dan tenaga kesehatan dari masing-masing instansi kesehatan Negeri dan swasta di Maluku Utara Satgas 734 / SNS, Letda Ckm Fendy Aprilian P dan Letda Ckm dr. Rizky Zulkarnain R,  Dokter batalyon 732 / Banau, Letda Ckm dr. Agung Nugraha dan Wakarumkir RST Tk IV Denkesyah Ternate. Kapten Ckm dr. Ari.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pemberian materi tentang Situasi Malaria di Maluku Utara oleh Kadiskes Prov Maluku Utara. Pemberian materi tentang Kebijakan Pengendalian Malaria di Lingkungan TNI Polri Dalam Mendukung Eliminasi Malaria oleh Kabidyankesin Puskes TNI Mabes TNI Kol Laut (K) dr Suswardana M.Kes Sp.KK, Pemberian materi tentang Sistem Rujukan, Alur Mekanisme Permintaan OAM & Sistem Pelaporan Kasus Malaria di TNI Polri oleh Kabidokkes Polda Malut AKBP drg Subur MM, Pemberian materi tentang Survaliance dan Migrasi Malaria oleh Pengelola Malaria Prov Maluku Utara Sunarti, Pemberian materi Diagnosis Malaria dengan RDT oleh Croscheker Prov Maluku Utara Rini Aryani Amira S Si.


Menurut Dansatgas 734 / SNS. Letkol Inf Edwin Charles, pihaknya sudah memerintahkan Anggota kesehatan Kotis untuk mengikuti kegiatan tersebut karena mengingat malaria merupakan penyakit endemik yang berada pada suatu wilayah. mengingat penyakit ini di sebabkan oleh infeksi menular oleh gigitan nyamuk yang mengandung parasit Plasmodium yang tentunya akan berdampak terhadap kematian. 

“Perlu kita ketahui bersama mengingat malaria bisa menyerang tanpa batasan umur meskipun di maluku utara ini sedang pada tahap eliminasi kasus malaria. namun sebagai manusia biasa kita lebih baik mencegah dan menjaga pola perilaku hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit tersebut”, sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama menurut Danton kes satgas 734 / SNS, Letda Ckm Fendy Aprilian kegiatan ini memang sangat perlu, mengingat kami memiliki pos pos yang berada di maluku utara ini yang lokasinya sangat berjauhan dan beberapa pos berada di pedalaman dan sangat minim fasilitas kesehatan.

“Penyakit malaria dapat di deteksi melalui pemeriksaan darah, apakah terdapat parasit plasmodium atau tidak, apabila terdapat plasmodium maka yang bersangkutan terkena malaria. atas dasar tersebut kami selalu memantau kesehatan anggota kami yang berada di pos pos melalui pelaporan para Komandan pos dan kami juga selalu menekankan kepada tamtama kesehatan kami di setiap posnya untuk bijak dalam penggunaan obat obatan yang di berikan terutama bagi mereka yang posnya jauh dari fasilitas kesehatan wilayah setempat”, katanya.