|

TNI-Kemendikbud Gelar Bela Negara Siswa SMP Se-Kota Ambon


Selasa , 13 Februari 2018

Ambon (13/02) TNI dalam hal ini Mabesad, bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kegiatan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara Tahun 2018 untuk 13 Sekolah Menegah Pertama (SMP) se- Kota Ambon yang bertempat di Makorem 151/Binaiya, Ambon.

Kegiatan di buka oleh Dirjen Pendididkan Dasar dan Menegah, Kemendikbud, Hamid Muhammad dengan di dampingi oleh Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Christian Tehuteru. Adapun tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan yang harus ditumbuh kembangkan kepada generasi muda, khususnya para siswa Sekolah Menengah Pertama sebagai generasi muda penerus cita-cita bangsa,  agar nilai-nilai kejuangan yang telah dibangun tidak terlupakan sampai kapanpun.

Hamid Muhammad dalam sambutannya mengatakan, selain bertujuan untuk menanamkam pemahaman Pancasila dan Bela Negara diharapkan kegiatan ini dapat membentuk karakter generasi muda untuk lebih paham serta menjiwai nilai-nilai dasar pancasila. Lebih lanjut Dia menambahkan, kenapa dipilih siswa/i sekolah menengah pertama karena sebagaimana yang diketahui bahwa usia tersebut merupakan usia rentan terpengaruh, khususnya paham-paham yang bisa mencederai semangat bela negara misalnya di media sosial. 

“Setelah mengenal, mengerti, menghayati dan memahami arti cinta kepada tanah air, timbulah kesadaran untuk membela bangsa dan negara. Dengan tetap meyakini bahwa Pancasila sebagai satu-satunya falsafah dan idiologi negara, diharapkan para siswa mempunyai keberanian untuk rela berkorban demi negara dan bangsa dengan rasa memiliki sikap peduli terhadap lingkungan dan ringan tangan untuk saling tolong-menolong. Mengembangkan sikap mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi maupun golongan”, ujar Hamid.

Paban 2 Ster Mabes Ad, Kolonel Inf Yunianto dalam wawancara persnya mengatakan Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, rela berkorban demi menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.  

Lebih lanjut Kolonel Inf Yunianto menyampaikan, pendidikan kesadaran Bela Negara sebagai bentuk upaya persiapan secara dini penyelenggaraan pertahanan negara oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu terarah berlanjut dan akan melahirkan kekuatan yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Salah satu unsur bela negara adalah kecintaan kepada tanah air, kesadaran dan rela berkorban untuk bangsa dan negara. Bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan harta benda untuk kepentingan umum, sehingga pada saatnya nanti siap mengorbankan jiwa raga bagi kepentingan bangsa dan negara.

Adapun kegiatan tersebut diisi dengan berbagai materi-materi  tentang bela negara dan Pancasila serta workshop, Outbond, penampilan atraksi Yong Moodo, Joy Ride Ranpur Denkav 5/BLC (Feret, Sarachen, Tarantula) dan pameran alusista TNI. Kegiatan tersebut di tutup dengan Formasi Bendera yang dibuat oleh siswa/i peserta Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara. 

Terkait pelaksanaan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara, Maluku dan Medan sengaja dipilih sebagai percontohan bagi daerah-daerah lainnya. Nantinya, pemerintah berharap kegiatan tersebut juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota sendiri. (Pendam16)