|

Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana oleh BPBD Tikep Bekerjasama dengan Satgas TMMD


Kamis , 19 Oktober 2017

Oba, (19/10)-  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tikep menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana Gempa Bumi di  SDN Aketalaga, MTS dan MA Nurul Jihad Aketalaga. Kegiatan ini diinisiasi oleh satgas TMMD Kodim 1505 Tidore bersama sekolah dengan harapan bahwa warga sekolah mampu mengetahui dan memahami apa saja yang diperlukan sebelum dan saat terjadi gempa bumi.

Kegiatan dibagi menjadi 2 (dua) session yaitu session teori dan session praktek/simulasi. Di session teori, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tikep Drs. Karim M. Saleh memberikan pemahaman kepada peserta sosialisasi bahwa kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana gempa. Kita hanya bisa mengurangi resikonya dengan pengetahuan dan tindakan-tindakan yang tepat. Karim M. Saleh menjelaskan bahwa bumi terbagi menjadi 12 lempeng. Indonesia berada di antara pertemuan 3 lempeng yaitu Indo Australia, Eurasia, dan Pasifik. Ketiga lempeng tersebut bergerak dan mendesak satu sama lain sehingga menyebabkan gempa bumi. Gempa bumi tersebut bila berada dipertemuan lempeng dan dengan magnitude diatas 7, gempa dangkal bisa berpotensi Tsunami. Sehingga perlu langkah-langkah penyelamatan. Namun yang terpenting bagi warga sekolah adalah menyiapkan prosedur evakuasi gempa bumi  agar mampu melindungi warga sekolah dari ancaman gempa bumi.

Agar peserta sosialisasi lebih memahami materi yang disampaikan, dalam kesempatan tersebut diberikan simulasi gempa bumi. Tujuannya untuk memberikan pemahaman bagaimana bersikap jika terjadi gempa bumi saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung, diantaranya Melindungi kepala dengan tas/buku, Memasukkan badan kekolong meja untuk menghindarkan diri jika ada genting/benda lain yang jatuh sampai gempa selesai, Evakuasi keluar kelas menuju tempat terbuka secara teratur dengan tetap melindungi kepala, Berkumpul di lapangan untuk mengecek jumlah murid, sesuai atau berkurang, apabila berkurang dicari, apabila terluka dilakukan PPGD, Menunggu instruksi selanjutnya dari guru untuk tindakan selanjutnya. Apakah ada ancaman Tsunami atau tidak.

Kegiatan dilanjutkan dengan session yang ke 2 yaitu simulasi. Pada session ini, semua siswa kembali ke kelas masing-masing untuk Kegiatan Belajar Mengajar seperti biasa. Di tengah-tengah KBM sedang berlangsung dan terjadi gempa, murid-murid melaksanakan instruksi  sesuai dengan arahan yang diberikan.
 
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan evaluasi. Setelah dilakukan evaluasi pada saat berkumpul dilapangan disepakati bahwa sekolah akan mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari dari kegiatan sosialisasi tersebut.(Penrem152)