|

OPINI “KEKAYAAN LAUT MALUKU”


Jumat , 11 September 2015

Pergerakan ekonomi dunia terus mengalami perbaikan, hal ini membawa pengaruh positif terhadap peningkatan pendapat masyarakat dunia, termasuk Indonesia yang perekonomiannya dari tahun ketahun terus meningkat.

 

Berbagai kesepakatan atau MoU telah banyak ditandatangani antar negara untuk menjalin kerja sama di bidang ekonomi dan ketahan pangan. Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) merupakan salah satu kerja sama perdagangan bebas antar Negara Asia yang akan mulai diterapkan pada tahun 2015.

 

Saat pelaksanaannya nanti negara-negara yang tergabung di dalamnya dapat melakukan perdagangan langsung antarnegara tersebut sepanjang persyaratan standar sertifikasi jamininan mutu produk yang disepakati antar negara diterapkan dan tidak ada lagi pembatasan produk yang masuk maupun keluar.

 

Salah satu produk ketahanan pangan akan yang menjadi proritas di perdagangkan adalah produk perikanan yang akan menjadi sangat potensial untuk dikembangkan. Indonesia yang merupakan negara maritim dengan panjang pantai terpanjang di dunia setelah Kanada, mempunyai peluang sangat besar untuk menghasilkan produk perikanan tersebut, khususnya produk perikanan yang dihasilkan dari budidaya laut.

 

Secara geografis, Provinsi Maluku berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara di bagian Utara, Provinsi Papua Barat di bagian Timur, Negara Timor Leste dan Negara Australia di bagian Selatan, serta Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah di bagian Barat. Sedangkan secara astronomi, Provinsi Maluku terletak antara 2030’ – 8030’ LS dan 1240 – 135030’ BT.

 

Sebagai daerah kepulauan, Provinsi Maluku memiliki luas wilayah 581.376 Km2, terdiri dari sekitar 527.191 Km2 (90,5%) lautan dan 54.185 Km2 (6,5%) daratan dengan jumlah pulau yang mencapai 1.340 buah pulau dan panjang garis pantai 10.630,10 Km. Sejak tahun 2008, Provinsi Maluku terdiri atas 9 kabupaten dan 2 kota, 73 Kecamatan dan 906 Desa/Kelurahan dengan Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku. Pulau-pulau besar hanya 4 (empat) yaitu P. Seram (18.625 km2), P. Buru (9.000 km2), P. Yamdena (5.085 km2) dan P. Wetar (3.624 km2). Sedangkan panjang garis pantai di Provinsi Maluku mencapai 10.630,1 km.

 

Berdasarkan hasil kajian konsepsi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), potensi Perikanan di propinsi  Maluku mencapai 1,627 juta ton per tahun yang tersebar di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), meliputi: Laut Banda; Laut Maluku, Teluk Tomini dan Laut Seram; dan Laut Aru, Laut Arafura dan Laut Timor, saat ini besarnya potensi tersebut masih kurang diimbangi dengan pemanfaatannya.

 

Produk Perikanan di Maluku umumnya dalam bentuk produk primer dan merupakan penyedia bahan baku, sehingga peluang pengembangan usaha industrI pengolahan dan industrI terkait lainnya masih terbuka luas dan merupakan peluang investasi yang sangat menarik. Untuk dapat memanfaatkan potensi laut, perlu diadakan kajian yang tepat karena kajian tentang sumberdaya masih terbatas sementara kebutuhan akan sumberdaya hayati laut di dalam dan luar negeri semakin meningkat, disisi lain besarnya potensi sumberdaya ini sekaligus menjadi tantangan bagi masyarakat di Provinsi Maluku untuk mengelola sumberdaya yang ada secara benar.(Pendam XVI/Pattimura)