|

Latihan panjat tebing bagi prajurit Kodam Pattimura


Sabtu , 02 April 2016

(Ambon,2/4) Kepala sekolah Panjat Tebing Merah Putih Tedi Ixdiana memimpin langsung pelatihan panjat tebing bagi prajurit Kodam XVI/Pattimura dan warga Ambon di Maluku. Sekolah panjat tebing yang berpusat di  Bandung dibawah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memiliki program untuk menyiapkan 1 juta pemanjat tebing di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Maluku.

    Kepengurusan FPTI di Maluku dipimpin oleh Bapak Azis Tuni yang saat ini baru melatih 65 orang termasuk prajurit Kodam XVI/Pattimura. Bayu (30 thn) yang menjadi pengurus FPTI menyampaikan program di Maluku akan menyiapkan kader untuk menjadi pemanjat tebing, dimana geografi Maluku juga banyak terdapat daerah pegunungan yang terjal yang dapat dijadikan sarana petualang dan pelatihan.

    Materi pelatihan yang akan diajarkan antara lain dasar berupa pengetahuan dan teori serta praktek langsung dilapangan. Materi pokok berupa pemberian pertolongan apabila terjadi kecelakaan di daerah ketinggian yang memerlukan keterampilan khusus atau biasa disebut "vertical rescue" seperti yang disampaikan Tedi disela sela kegiatan malam syukuran kenaikan pangkat Perwira Kodam di lapangan Tenis Tapal Kuda pada Jumat, 1 April 2016.

    Kemampuan panjat tebing merupakan salah ketrampilan khusus yang harus dimiliki prajurit Kodam XVI/Pattimura. Ketrampilan ini sangat diperlukan baik untuk pertempuran hutan maupun pada pertempuran kota. Kondisi geografi wilayah Kodam banyak terdapat daerah ketinggian atau pegunungan, meskipun luas wilayah teritorial laut Kodam Pattimura sangat besar, tetapi luas wilayah daratannya masih lebih besar bila dibandingkan dengan Provinsi yang ada di Jawa.

   Prajurit Kodam XVI/Pattimura diharapkan memiliki tingkat ketrampilan yang tinggi untuk melakukan perang Gerilya, karena perang Gerilya merupakan roh dasar prajurit TNI. kemampuan perorangan menjadi kunci keberhasilannya dan salah satu kemampuan tersebut adalah ketrampilan panjat tebing. (Pendam 16)