Ground fish Pots - KODAM XVI PATTIMURA
 
 
|

Ground fish Pots


Sabtu , 20 Februari 2016

(Ambon21/2). Setelah Keramba jaring apung dan keramba tancap yang telah tersebar diberbagai daerah sebagai kelanjutan program “emas hijau dan biru”, kini Kodam XVI/Pattimura akan membuat dan mempopulerkan penggunaa “bubu” sebagai sarana penangkap ikan yang telah dikenal oleh masyarakat nelayan ratusan tahun yang lalu.

Berbeda dengan Keramba yang memiliki fungsi sebagai tempat memelihara ikan, ‘bubu” merupakan alat perangkap ikan tradisional yang dibuat dari ayaman bambu atau rotan. Alat ini dirasakan sangat efektif dan ekonomis untuk mendapatkan ikan-ikan hidup berkualitas tinggi yang dapat menjadi bahan konsumsi masyarakat serta menjadi bahan pakan ikan dan juga dapat dijadikan sebagai indukan.

Asilulu merupakan salah satu Desa atau Negeri di Jazirah Lehitu yang masyarakatnya sebagian besar nelayan telah menjadikan “bubu” sebagai alat tangkap ikan tradisonanil turun temurun dari nenek moyang mereka. Hal ini disampaikan pejabat “bapak raja Asihulu”, bapak Ali saat kunjungan Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen Doni Monardo ke wilayah tersebut pada hari Minggu, 21 Februari 2016.

Kunjungan Pangdam ke Desa Asilulu tersebut menindaklanjuti pertemuan Mayjen Doni Monardo dengan nelayan Taher Mahulau alias Memet (55 tahun)saat mengangkat “bubu’ nya di perairan Pulau Tiga dekat dari Desa Asilulu.” Perangkap ikan tersebut dapat menghasilkan 500 s.d 600 ribu rupiah perbubu’ kata Memet. “bubu “ ini diletakkan selama tiga hari sebelum diangkat untuk melihat hasil tangkapannya. Dengan modal satu juta perbubu, Memet saat ini telah memiliki 15 bubu yang tersebar di peraiaran Pulau Tiga untuk menghidupi keluarganya.

Ketertarikan Pangdam dengan “bubu” merupakan salah satu program emas biru yang saat ini Kodam sedang galakkan. Selain mudah untuk dibuat dan tidak terlalu mahal , hasil “bubu” dapat memiliki nilai jual yang cukup tinggi yang dapat mensejahterakan masyarakat setempat serta tidak merusak lingkungan seperti penggunaan bom ikan yang masih digunakan beberapa oknum nelayan dalam mencari ikan. (Pendam16)