|

Keberhasilan Kodam dalam menggagalkan eksploitasi batu cinnabar


Jumat , 21 April 2017

(Ambon, 20/4) Personel Kodam XVI/Pattimura kembali berhasil menghentikan kegiatan ekploitasi batu cinnabar menjadi bahan kimia merkuri oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab di Dusun Ahuru Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Korta Ambon pada Kamis sore, 20 April 2017.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat yang melaporkan adanya kegiatan hasil tambang cinnabar di wilayahnya kepada personel Kodam.

Kepercayaan ini merupakan wujud nyata meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya bahan kimia yang disadari dapat membahayakan dan menyebabkan kematian serta besarnya kepercayaan dan harapan masyarakat kepada Kodam.

Penangkapan dan penggagalan penyelundupan batu cinnabar oleh anggota dan masyarakat tercatat sudah berulang kali terjadi dan yang terakhir pada 18 April 2017 sebanyak 4 Ton.

Masivnya peredaran batu cinnabar tidak terlepas dari maraknya pertambahan emas ilegal yang ada di Maluku dan Maluku Utara dan ditemukannya tambang batu cinnabar di desa Iha Luhu Kabupaten Seram Bagian barat.

Cinnabar atau sering disebut merkuri sulfida adalah mineral tunggal yang paling beracun di bumi yang digunakan untuk memisahkan emas dari zat lainnya dan biasanya Cinnabar terbentuk di dekat gunung berapi dan endapan dari belerang.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo untuk menutup dan melarang peredaran merkuri secara ilegal saat berkunjung ke Ambon tanggal 8-9 dan 23-24 februari 2017.

Sesuai pasal 161 UU No.4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produk atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (Pendam16)