|

TMMD SEBAGAI WUJUD KEMANUNGGALAN TNI - RAKYAT


Selasa , 11 April 2017

Mempertahankan NKRI adalah tugas pokok TNI, namun untuk membangun dan memelihara persatuan dan kesatuan Indonesia sebenarnya bukanlah monopoli TNI saja.  Mungkin karena tugas pokoknya menjaga dan memelihara kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, maka tugas pembinaan wilayah pertahanan dalam rangka mendukung kepentingan nasional termasuk didalamnya kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat antara lain dalam bentuk TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) menjadi sangat dekat dengan peran TNI.  Oleh karena itu, meskipun program pembangunan daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah daerah setempat, program TMMD yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat dalam rangka membantu pemerintah, harus mendapat dukungan dan partisipasi dari seluruh komponen bangsa . 

 Potensi dan kekuatan dari Komponen Pertahanan NKRI mutlak sedini mungkin dipertahankan.  Dan cara yang paling efektif dan efisien untuk segera meningkatkan potensi dan kekuatan pertahanan hanyalah dengan mendayagunakan peran serta seluruh komponen bangsa.  Karena tanggung jawab dalam pertahanan negara bukan hanya dilakukan oleh TNI saja tetapi menjadi tanggung jawab bersama warga negara yang telah diatur dalam konstitusi.  Pendayagunaan wilayah pertahanan yang didalamnya terdapat sumber daya alam dan sumber daya manusia, tidak akan efektif bila dilakukan secara dadakan serta apa adanya.  Perlu perencanaan yang matang dan kordinasi yang baik karena melibatkan semua unsur terkait dan pemanfaatan sumber daya wilayah yang menjadi tumpuan bagi kesejahteraan masyarakat dimana tinggal dan berdiam pada suatu wilayah tertentu.

 

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan salah satu bentuk Pembinaan Teritorial (Binter) TNI AD dalam rangka pendayagunaan wilayah pertahanan yang keberadaannya sangat penting bagi masyarakat.  Dan sebagai komponen bangsa yang besar, masyarakat hendaknya ikut mendukung penuh program-program maupun pelaksanaannya.  Kegiatan ini merupakan program terpadu lintas departemen/sektor yang bertujuan untuk memacu pembangunan desa, baik di bidang fisik maupun non fisik, utamanya masyarakat desa tertinggal, miskin dan terisolir.  Untuk di wilayah Maluku TMMD ke-98 Tahun 2017 saat ini berlangsung di wilayah pulau Ambon yang dilaksanakan di Desa Hutumuri, Desa Hukurila, Desa Amahusu dan Desa Latuhalat.  Hasil kegiatan TMMD sudah banyak dinikmati masyarakat, antara lain pembangunan jalan, jembatan, saluran air, sarana atau prasarana fisik lainnya maupun pembangunan rohani.  Sangatlah tepat bila kegiatan TMMD tetap diteruskan mengingat kegiatan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa, sebagai salah satu upaya dalam rangka pemerataan pembangunan.  Dengan demikian penyelenggaraan TMMD saat ini dinilai memiliki relevansi yang cukup signifikan dengan kondisi masyarakat di sebagian besar wilayah tanah air yang sangat membutuhkan kegiatan tersebut.  Guna mendapatkat hasil yang lebih optimal lagi dari seluruh rangkaian kegiatan, maka perlu ada sinergi antara kegiatan TNI dengan program-program pembangunan yang telah direncanakan oleh berbagai departemen dan lembaga non departemen.  Sinkronisasi ini akan bermakna manakala semuanya dapat diakomodasikan secara serasi  dan seimbang, tidak mengistimewakan salah satu program kegiatan dan mengesampingkan program kegiatan lainnya.  Dengan demikian semua kepentingan nasional secara umum dan kepentingan masyarakat di daerah dapat terpenuhi secara serasi dan seimbang.  Dalam pelaksanaan Kegiatan operasionalnya TMMD telah mampu mewujudkan bhakti kemanunggalan TNI dengan Rakyat, ini semua sangat penting sebagai dasar untuk kepentingan pertahanan negara.  Selain itu, TMMD juga merupakan sarana pemberdayaan masyarakat, antara lain :

Pertama, penciptaan suasana yang memungkinkan berkembangnya potensi lokal yang dimiliki masyarakat dengan pendekatan nilai budaya masyarakat setempat.  Sikap dan perilaku keteladanan dari seluruh pelaksana operasional TMMD dalam menyelesaikan seluruh target kegiatan, merupakan pilihan terbaik dalam menciptakan suasana yang membangkitkan motivasi dan etos kerja masyarakat dalam mendukung seluruh program yang dilaksanakan.
Kedua,  pendayagunaan potensi sumber daya alam, sumberdaya manusia secara optimal tanpa merusak ekosistem yang ada agar masyarakat setempat secara bertahap mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.
Ketiga,  Perlindungan dan berpihak kepada yang lemah agar tidak tersisih dalam percaturan kehidupan dengan kelompok masyarakat yang memiliki strata sosial ekonomi yang lebih tinggi.
Upaya ini mampu diwujudkan melalui keberpihakan yang tinggi terhadap kelompok masyarakat yang hidup dalam kondisi yang kurang menguntungkan.  Disinilah bukti ketepatan strategi dari kebijakan operasional TMMD, yang menetapkan desa-desa tertinggal dan desa-desa terpencil atau terisolir sebagai sasaran lokasi kegiatan TMMD.

oleh : Ardi Ramal, Wartawan Maluku