|

OPERASI BAKTI TNI DI PULAU BOTANG LOMANG TMMD Ke 98 Kodim 1509/Labuha


Selasa , 04 April 2017

“Menangkap aspirasi rakyat yang tinggal di Pulau Botang Lomang, Kodim 1509/Labuha bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan melaksanakan Operasi Bakti.”
Mungkin istilah Operasi Bakti, masih sangat asing didengar oleh telinga masyarakat Indonesia, hal ini sangat wajar karena pemakaian istilah ini kurang populer dikalangan masyarakat  walaupun sebenarnya kegiatan Operasi Bakti setiap tahun digelar oleh TNI. Buktinya, masyarakat Indonesia lebih akrab mendengar kata “TMMD” atau TNI Manunggal Membangun Desa. 

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi  Bakti TNI yang merupakan program terpadu, lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan khususnya daerah yang tergolong tertinggal/miskin, terisolasi/terpencil, daerah perbatasan/pulau-pulau terluar dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena akibat bencana.

Sedangkan pengertian Operasi Bakti adalah pelibatan TNI dengan mengerahkan dan memanfaatkan kemampuan TNI berupa tenaga, daya dan sarana yang dimiliki, dalam rangka kegiatan Bakti TNI yang dititikberatkan pada sasaran fisik materiil dan mental spiritual yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu atas perintah Panglima TNI. 

Operasi Bakti dalam bentuk TMMD telah digelar TNI sejak tahun 1980 diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ((NKRI) yang bertujuan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan bersifat fisik maupun non fisik dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat Juang dan Kondisi Juang yang tangguh.

Adapun aturan perundang-undangan yang mendasari penyelenggaraan TMMD ini adalah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 7 Tugas TNI pada ayat (2) huruf b antara lain Nomor 8 memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009  tentang Kesejahteraan Sosial, Surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur/Bupati/Walikota dan Pimpinan DPRD Propinsi serta Kabupaten Nomor 900/2577/SJ tanggal 8 November  2007 tentang dukungan penyelenggaraan kegiatan TMMD yang dilaksanakan melalui hibah dan bantuan daerah. 

Tahun 2017 ini, semula Operasi Bakti TNI akan  dilaksanakan sebanyak Dua Kali yaitu TMMD ke 98 dan TMMD ke 99, namun berdasarkan surat Mendagri RI kepada Gubernur/Bupati/Walikota/Ketua DPRD Propinsi/Kabupaten/Kota Nomor 140/174/SJ tanggal 18 Januari 2017 tentang penambahan kegiatan program TMMD dari Dua Kali menjadi Tiga Kali. Berdasarkan surat Mendagri RI sehingga TNI di tahun ini menyiapkan diri untuk menggelar TMMD ke 98, TMMD ke 99 dan TMMD ke 100.

 

Kodim 1509/Labuha merupakan satuan dibawah Korem 152/Babullah Kodam XVI/Pattimura, mendapat perintah untuk menggelar Operasi Bakti TNI dalam bentuk TMMD ke 98.  Penentuan sasaran TMMD ke 98  di Pulau Botang Lomang dilakukan Kodim 1509/Labuha melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepertingan masyarakat yang bertempat tinggal di Pulau tersebut. Aspirasi dan keinginan masyarakat Pulau Botang Lomang ditangkap oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang selanjutnya ditiidaklanjuti Kodim 1509/Labuha berkoordinasi dengan Pemda Halsel sebagai sasaran pelaksanaan Operasi Bakti TNI. Bupati Kabupaten Halmahera Selatan dalam hal ini sangat mendukung kegiatan TMMD ke 98 Tahun yang akan dilaksanakan Kodim 1509/Labuha di Pulau Botang Lomang. 

Pulau Botang Lomang merupakan salah satu pulau dari 402 pulau yang dimiliki Kabupaten Halmahera Selatan dan posisinya terletak di depan Kota Labuha yang menjadi kota pusat pemerintahan Kabupaten Halmahera Selatan serta hanya dapat di akses melalui transportasi laut. Lokasi sasaran TMMD ke 98 di Pulau Botang Lomang  meliputi satu Kecamatan yaitu Kecamatan Botang Lomang, terdiri dari 8 Desa meliputi Desa Prapakanda, Desa Tanjung Obit, Desa Toin, Desa  Sawangakar, Desa Batutaga, Desa Kampung Baru, Desa Pasimbaos dan Desa Bajo. 

Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi kegiatan fisik dengan meningkatkan sarana dan prasana wilayah yang berada di pedesaan berupa infrastruktur, fasilitas umum dan sosial sedangkan kegiatan sosial non fisik, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan masyrakat, kesadaran bela negara, penegakan hukum, disiplin nasional dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan, seperti keluarga berencana, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan  dan lain-lain melalui penyuluhan atau kegiatan lainnya yang sifatnya memberikan pencerahan dan penguatan jati diri bangsa.
 
Dalam kegiatan TMMD ke 98,  Kodim 1509/Labuha menggandeng pula Bank Indonesia untuk ikut serta berperan aktif langsung kepada masyarakat Pulau Botang Lomang untuk meningkat kesejahteraan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan pengolahan  potensi sumber daya alam baik di darat maupun di laut dilakukan melalui program unggulan Kodam XVI/Pattimura yang dikenal dengan istilah Emas Biru dan Emas Hijau. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan pemerliharaan ikan di keramba dan pembuatan rumah bibit disertai pelatihan pembibitan tanaman perkebunan. Disampimg itu, diberikan pelatihan tentang peningkatan hasil perikanan berupa pembuatan abon ikan, abon tulang ikan dan kerupuk ikan serta pengemasan produk sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Pelaksanaan TMMD ke 98  akan diawali dengan upacara pembukaan TMMD ke 98 oleh Bahrain Kasuba, S.pd, M.Pd  Bupati Halmahera Selatan, pada hari Rabu tanggal 5 April 2017,  bertempat di lapangan Bukit Asombang Kota Labuha. Operasi Bakti TNI akan berlangsung selama satu bulan dan melibatkan Satuan Setingkat Kompi atau SSK TNI, dimana satu SSK berjumlah 150 orang. Tema penyelenggaraan TMMD ke 98 Tahun 2017  ini adalah “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan  di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”.
Kehadiran 150 personel TNI di Pulau Botang Lomang, nantinya akan bertempat tinggal di rumah masyarakat. Hal ini dilakukan agar lebih menjalin kedekatan antara TNI dan Rakyat, sehingga tidak ada lagi sekat pemisah, selain itu untuk membentuk keluarga baru atau keluarga asuh bagi setiap personel TNI yang terlibat dalam Satgas TMMD. Uang Lauk Pauk (ULP) setiap prajurit selama TMMD ke 98 akan diserahkan kepada pemilik rumah atau keluarga asuhnya tersebut untuk dimasak dan dimakan bersama keluarga asuhnya. 

Untuk lebih mengenalkan Operasi Bakti TNI melalui program TMMD ke 98 di Pulau Botang Lomang kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, turut diundang para Jurnalis nasional maupun daerah dalam pembuatan berita/feature TMMD ke 98 Kodim 1509/Labuha sekaligus sebagai ajang menggali potensi kreatif, kritis dan inovatif dari Jurnalis dalam menghasilkan Karya Jurnalistik mengenai keberhasilan yang telah dicapai pada program TMMD ke 98 di Pulau Botang Lomang guna diikutsertakan pada Lomba Karya Jurnalistik TMMD TA. 2017.

 Harapan dengan pelaksanaan TMMD ke 98, tercapainya kesamaan visi dan misi setiap komponen bangsa, meningkatnya kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat serta kesadaran berbangsa dan bernegara yang tercermin adanya tertib hukum/ disiplin nasional dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan kebangsaan serta kesadaran bela negara dan tumbuhnya kebersamaan, gotong royong dan rasa kekeluargaan serta partisipasi aktif masyarakat dan terwujudnya Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Bersama Rakyat, TNI Kuat.

PENULIS :
LETKOL INF JONI WIDODO, S.SOS
DANDIM 1509/LABUHA