|

Rapat Pimpinan Kodam yang "beda"


Kamis , 23 Februari 2017

(Ambon, 22/2) Rapat pimpinan (Rapim) Kodam XVI/Pattimura yang telah berlangsung dari tanggal 20 s.d 22 Februari 2017 di Gedung Baileo Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya diikuti seluruh unsur pimpinan jajaran Kodam XVI/Pattimura sampai dengan tingkat Danramil dan Danki dengan jumlah 157 orang.

Rapim yang dilaksanakan setiap awal tahun merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI dan TNI AD yang lebih awal dilaksanakan dengan tujuan untuk menyampaikan pokok pokok kebijakan Pimpinan TNI dan Kodam secara langsung kepada unsur-unsur pimpinan satuan terkecil sehingga diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama dalam melaksanakan program kerja tahun anggaran 2017.

Selain itu, Rapim merupakan sarana komunikasi dan interaksi secara langsung antar unsur pimpinan yang ada dilingkungan Kodam XVI/Pattimura dengan unsur unsur pimpinan yang berada diberbagai pulau dari dua Provinsi yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Rapim Kodam tahun ini dilaksanakan agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, pelaksanaannya lebih panjang yaitu 3 hari dan dalam sehari hampir 15 jam mendengarkan para nara sumber yang dimulai dari pukul 7.30 s,d 22.00.

Sementara dari segi bobot lebih banyak mendatangkan nara sumber dan lebih luas cakupan pembahasannya, ada Dr. Dino Patti Djalal diplomat mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang membahas tentang Geopolitik Asean, Dr. John Ruhulessin dan Dr. Abidin Wakano yang membahas tentang Sejarah Maluku dan pengaruhnya dalam terbentuknya NKRI, Budayawan Maluku, Rudi Arafuru Fofid yang membahas tentang menjaga tradisi budaya Maluku, Akademisi, Prof Dr. Alex Retraubun dan Dr. Batara Hutagalung serta para rohaniawan yang membahas tentang menjaga tolerasi umat beragama di Maluku yaitu Ketua MUI Maluku, Drs h Idrus E.Toekan, Sekretaris Keuskupan Amboina, Pastor Patlalon, Ketua Sinode GPM, Pdt Dr. Ates Warinnusa, Ketua Walubi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa dan Ketua Parisada Hindu Darma Maluku, I Nyoman Sukadana.

Selain itu, ada para Pimpinan Daerah dari Gubernur Maluku dan Maluku Utara, Bupati Pulau Pulau terluar Maluku Tenggara Barat dan Maluku Tenggara , Kapolda Maluku, Kabinda serta Kepala BNN Maluku yang juga langsung diadakan pemeriksaan urine setiap peserta Rapim.

Disisi lain, meskipun lebih lama dan lebih banyak materi yang dibahas, tetapi para peserta Rapim tidak terlihat jenuh dan lelah, sebaliknya sangat antusias dan semangat, karena pengaturan waktu yang dikombinasikan dengan tersedianya sarana ibadah dan hiburan serta makanan yang cukup dan bergizi sehingga suasana nyaman dan penuh kekeluargaan. (Pendam16, HSY)